– JoonEunBum – Part.1

-Annyeong-
Langsung aja iya-
Ini Part.1 nya JoonEunBum

Kim So Eun berputar-putar girang. Akirnya impiannya selama 3 bulan terakir ini bisa terkabul. Orang tuanya memutuskan untuk pergi ke Perth,Sydney. Itulah impian So Eun, bisa berlibur ke Perth. Apalagi kedua orang tua tidak ada urusan pekerjaan kesana. Kim So Eun merapikan kopernya.
“Kamera? Udah. Handycam? Udah. Handphone? Udah. I-pod? Udah. Apalagi iya yang belum?”Kim So Eun berfikir-fikir sambil memeriksa. Takut ada yang lupa dia bawa.
“Dongsaeee(Adik)….”Lee Donghae berteriak.
“Aih.. apaan sih kau oppa? Teriak-teriak. Memang dikira kamar ini hutan apa?”Kim So Eun menutup telinganya dengan kedua tangannya.
“Cie.. yang mau ke Perth. Bawain aku oleh-oleh dong.”Donghae berkata memohon.
“Gak ah. Kalau mau oleh-oleh ikut donk.”Kim So Eun mengambil buku kecil di dalam tas nya.
“Aku gak bisa dongsae. Kamukan tau, besok band ku akan tampil. Lagian aku tak suka pergi-pergi sekarang ini.”
“Ya sudah kalau begitu. Terserah oppa sajalah. Padahal Perth itu….”So Eun membayangkan pantai Perth.
“Hey, memang kamu kira oppa gak pernah kesana apa? Udah anak kecil, hati-hati iya besok. Jangan lupa, bawa obat muntah. Nanti mual-mual lagi disana. Hahahahaha”Donghae segera keluar dari kamar So Eun.
“Itu kan dulu. Sekarang nggggaaaakkk…..”Kim So Eun mengejar Donghae, tapi Donghae sudah masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya. Sehingga So Eun hanya mampu berteriak dari luar.
“Dasar oppa jelek. Liat aja nanti, aku bawain foto-foto bagus di Perth.”So Eun menjulurkan lidahnya.
“So Eun, kenapa berteriak-teriak?”Mama So Eun datang sambil membawa kue.
“Itu mah, Kak Donghae. Bikin kesel.”So Eun berbicara sambil mencomot kue yang di bawa mamanya.
“Apaan? So Eun tuh mah. Masa aku suruh bawa obat mual, malah marah-marah. Kan aku kakak yang baik, nyuruh dia bawa obat mual untuk jaga-jaga.”Donghae keluar dari kamarnya untuk membela dirinya.
Baru saja So Eun ingin berbicara. Mama So Eun langsung mencegahnya.
“Sudah, sudah. Jangan bertengkar terus So Eun, Donghae. Papa sudah menuggu kalian dibawah. Ada yang ingin kami bicarakan pada kalian.”So Eun, Donghae dan Mama segera turun menuju ruang tamu.
“Kenapa pah?”tanya So Eun.
“Begini, besok papa ada urusan mendadak, tetap di Perth. Jadi papa tidak bisa menemani kamu dan mama untuk pergi berlibur. Maaf kan papa ya sayang.”Papa So Eun meminta maaf dengan sungguh.
“Tidak apa-apa pah. Aku ngerti kok, lagian kan masih ada mama. Iya kan mah?” So Eun memandang kearah mama nya.
“Iya sayang”Mama menjawab lembut.
“Khusus buat kamu Donghae. Kamu papa kasih waktu pulang paling malam jam 9. Tidak boleh lebih. Nanti papa titip pesan pada Pak Woo untuk menjaga kamu.”
“Sip, pah. Papa mau pergi ke Perth udah kaya mau pergi ke tempat yang jauh aja.”Donghae mengunyah kue yang dibuat mamanya.
“Ingat Donghae, pesan papa. Kamu jangan nakal-nakal disini.”
“Iya pah.”Donghae meneguk teh yang dibuat mama nya.
“Ya sudah kalau begitu, cuman itu yang mau papa bilang.”Papa kembali kesibukannya, yaitu membaca koran.
“Mah, Pah. Aku naik dulu iya.”So Eun minta izin.
“Iya sayang.”Mama menjawab dengan lembut.
“Dongsaaaeeengggg…..”Donghae berteriak tepat di telinga Kim So Eun.
“Aduh. Apaan sih kau oppa? Udah dibilang, jangan teriak-teriak.”So Eun kesal.
“Memang kenapa kalau aku teriak-teriak? Gak boleh?”Donghae kembali membuat So Eun kesal.
“Gak. Bawel kau oppa.”So Eun masuk ke kamar dan mengunci pintu kamarnya.
Beepp.. Beepp..
Hp So Eun berbunyi.
Ternyata Kim Joon menelponnya.
“Hallo..”So Eun berkata lembut.
“Sayang, kamu jadi besok ke Perth?”terdengar suara Kim Joon dari sebrang.
“Iya dong hon.”So Eun menjawab mesra.
“Ya udah kalau begitu, kamu istirahat aja dulu sana. Kalau besok udah nyampe di Perth kasih tau aku ya.”
“Pasti.”
“Hati-hati ya sayang”Kim Joon berpesan.
“Iya.. Bye Joon.”
“Bye sayang.”Kim Joon menutup telephone.
Kim So Eun meletakan Handphone. Lalu membanting tubuhnya ke kasur. Dan segera tidur.

-Keesokan Sorenya-
So Eun, Papa, Mama menuju mobil untuk pergi ke bandara gimpo.
Papa sebelumnya sudah memberi amanat kepada Pak Woo untuk menjaga Donghae, selama dia pergi.
“Donghae, ingat pesan papa kemarin.”Papa memberi amanat.
“Iya pah. Sip.”Donghae melanjutkan.
“Oppaa.. aku pergi dulu iya.. muaaaccchh..”So Eun mencium pipi Donghae.
“Jangan lupa bawain oppa oleh-oleh.”Donghae berkata dengan semangat.
“Gak ah. Aku gak mau. Tapi nanti aku bawain oleh-oleh foto-foto yang bagus iya.”So Eun berkata degan girang.
“Yang mau foto kamu itu siapa? Bawain oppa oleh-oleh bule cantik aja. Buat calon unnie mu nanti. Hahahaha…”Donghae tertawa keras.
“Ye.. Mau mu sih itu oppa. Take care ya oppa selama disini. Selamat sendirian.”So Eun berkata mengejek Donghae.
“Yah. Kamu juga hati-hati disana. Jagain papa sama mama iya.”Donghae tersenyum.
“Ok. Bye-bye oppa.”So Eun melambaikan tangannya lalu berjalan masuk ke mobil.
“Donghae, mama pergi dulu iya sayang. Semoga hari ini band kamu bisa tampil dengan maksimal. Jaga rumah baik-baik. Bye.. Bye sayang. Love you.”mama lalu berjalan masuk ke mobil.
“Love you too mom.”Donghae berkata sambil melambaikan tangannya.
Donghae lalu masuk kekamar, segera mandi dan siap-siap untuk pergi ke Café Blupp. Disana bandnya akan tampil malam ini. Donghae merasa perasaannya tidak enak. Tetapi iya tidak tau kenapa.
Mungkin karena hari ini aku sama bandku mau tampil jadi aku merasa nervous, batin Donghae.
“Pah, nanti mobilnya ditinggalin di bandara gimpo aja?”tanya So Eun.
“Iya, nanti Pak Woo akan mengambil mobil ini.”kata Papa dengan santai.
“Oh.”So Eun bergumam.
“PAH!!!!!!!!!!! Awasssssss……”Mama berteriak.
“ARRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH……..”

~Apakah yang terjadi?~
Mengapa mereka berteriak?
Lalu bagaimana dengan Donghae.
Tunggu next part iyah.

-Gomawo-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: