– JoonEunBum – Part.2

Hula..
Part.2 JoonEunBum nya. selamat baca-

Hari ini Kim Bum bersama adiknya Min Ji, menuju ke RSJ Seoul, Min Ji memegang buket bunga tulip berwarna putih. Bunga kesukaan mamanya. Sudah 1 tahun kejadian meninggalnya papa Kim Bum.
Dan sudah 10 bulan terakir ini mama Kim bum masuk ke RSJ Seoul.
“Min Ji, kamu masuk saja dulu ke kamar mama. Aku mau ke ruangan dokter, untuk menanyakan perkembangan mama.”Kim Bum pun berjalan meninggalkan Min Ji. Min Ji lalu masuk ke kamar mamanya. Dan mencium pipi mamanya.
“Mama, ini Min Ji bawain bunga kesukaan mama. Min Ji jadi ingat waktu mama cerita sama Min Ji kenapa mama lebih suka tulip putih dari pada mawar merah.”Min Ji mengelap matanya yang basah akibat air mata yang tak berhenti-henti.
“Mama bilang kalau mawar merah itu lambang cinta yang mengebu-gebu. Dan biasanya gak akan bertahan lama. Tapi kalau tulip putih, melambangan cinta yang tulus. Jika cinta dimulai dengan tulus akan bertahan dengan lama. Seperti cinta mama sama Min Ji, papa dan oppa Kim Bum.”Min Ji menahan air matanya.
Mamanya hanya bisa menatap keluar jendela. Pandangan kosong, dan tidak berbicara sepatah kata pun. Min Ji mengoyang-goyangkan tubuh mamanya seolah tak percaya, mamanya tak bisa menjawabnya.
“Mah? Mama denger Min Ji kan? Ini Min Ji mah, anak mama. Oppa Kim Bum ada diluar. Min Ji kesini datang sama Oppa Kim Bum. Mah.. Mah.. Hiks.. Hiks..”tangis Min Ji.
——————————————————————————————————————————————
“Dokter, gimana keadaan mama saya?”Tanya Kim Bum kepada dokter yang menangani mamanya.
“Maaf, mama kamu belum ada kemajuan yang pesat. Atau bisa dibilang, mama mu tidak ada kemajuan.”Dokter Kang mendesah pelan.
“Baiklah kalau begitu dokter. Terima kasih sebelumnya.”Kim Bum meninggalkan ruangan dokter dan berjalan menuju kamar mamanya.
Diingatnya kembali kejadian 1 tahun yang lalu. Semua terjadi seperti mimpi buruk.

“Maaf pak, rumah ini harus kami sita. Karena sesuai dengan ketentuan, rumah ini harus kami ambil. Karena bapak sampai sekarang belum melunasi hutang tersebut.”kata salah satu petugas bank.
“Bisakah kalian memberi saya waktu lagi. Tolonglah saya, kalau rumah ini disita. Saya dan keluarga saya mau tinggal dimana?”Papa Kim Bum bersujut memohon.
“Maaf pak, saya cuman ditugaskan supaya rumah ini dikosongkan.”kata petugas itu lagi.
Waktu itu Mama, Papa, Min Ji dan Kim Bum sedang berkumpul diruang keluarga. Tiba-tiba datanglah 2 orang petugas bank.
“Baik kalau begitu. Kami kasih kalian keringanan. Sampai besok. Bila sampai besok kalian belum meninggalkan rumah ini. Kalian akan kami keluarkan secara paksa.”Kedua petugas itu pun keluar meninggalkan rumah Kim Bum.
“Pah, apa maksud mereka?”Tanya Mama panic.
“Mama, Min Ji, Kim Bum. Maafkan papa. Papa memang orang yang bodoh. Perusahaan papa sudah seharusnya bangkrut dari tahun lalu. Tapi karena papa ingin mempertahankan perusahan kita. Akirnya papa meminjam uang, untuk menggulangnya dari awal lagi dengan jaminan rumah ini.”kata Papa menyesali semuanya.
“Kita mau tinggal dimana pah? Kamu gak mikir?”Mama marah pada papa.
“Mah, sudah lah. Kita masih bisa mencari tempat tinggal yang lain untuk sementara. Disaat seperti ini tidak ada gunanya untuk bertengkar. Nanti aku telephone temanku. Siapa tau rumahnya yang lama masih dikontrakan.”Kim Bum berbicara bijak.
“Mama sama Papa tidur saja dulu. Tentang tempat tinggal serahin aja semuanya sama aku. Min Ji kamu juga lebih baik tidur, sudah malam.”Kim Bum melanjutkan.
Mama terlebih dahulu masuk kekamar, diikuti papa Kim Bum. Min Ji melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Kira-kira 2 jam setelah kejadian itu.
Doooooooooooooooooooooooorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr….
Seisi rumah terbangun.
“Apa itu? Siapa tengah malam seperti ini masih bermain tembak-tembakan?”Kim Bum merengut kesal.
Mama, Min Ji dan Kim Bum menuju arah suara tadi. Di kamar belakang. Mereka semua berjalan menuju kamar belakang. Kim bum membuka pintu kamar itu, dan terkejut melihat darah tumpah dilantai dan papanya sudah tergeletak dilantai dengan darah yang keluar dari kepalanya. Papanya hanya meninggalkan surat.

Maafkan papa,
Mah, papa tau. Akan sulit bagi mama untuk memaafkan papa. Tapi mama harus tau. Papa melakukan ini semua demi kalian. Jika dari dahulu papa sudah bangkrut. Kita mau hidup bagaimana? Cepat atau lambat ini pasti akan terjadi mah. Mungkin kesalahan papa tak bisa dimaafkan. Lebih baik papa pergi dari dunia ini. Supaya kalian tidak usah terbebani oleh hutang-hutang papa.
Kim Bum jika papa pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Kamu harus menjaga mama dan Min Ji. Kamu harus menjadi kepala rumah tangga yang kedua. Maafkan papa Kim Bum.
Min Ji kamu harus jadi anak yang kuat, gak boleh manja lagi. Setelah papa pergi nanti, kamu harus janji sama papa untuk jadi wanita yang tegar. Mau kan sayang. Sekali lagi maaf.
Papa sayang kalian. Selalu.

Salam Terakir Untuk Selamanya,
Papa..

Semenjak Papa Kim Bum pergi dari dunia ini. Mereka tinggal di rumah petak yang sangat sederhana. Setiap hari pasti saja ada rentenir yang datang untuk menagih hutang. Sampai akirnya mama Kim Bum diam tidak mau makan lagi. Dan Dokter menyatakan mama Kim Bum sudah tidak normal lagi atau gila.
Semenjak itu mama Kim Bum menjadi penghuni RSJ Seoul. Kim Bum hanya tinggal berdua dengan Min Ji dan memulai pekerjaan sebagai Photografer.

Kim bum sampai di depan kamar mamanya. Dilihatnya Min Ji menangis.
“Min Ji.”pangil Kim Bum.
“Oppa. Gimana kata dokter? Pasti hasilnya baguskan?”Min Ji bertanya dengan penuh antusias.
Kim bum hanya menggeleng lesu. Dan memeluk adik tersayangnya itu.
Min Ji menangis dipelukan Kim Bum.
“Oppa, apa yang harus kita lakukan?”Min Ji kembali memandang mamanya, yang tak bereaksi sama sekali.
—————————————————————————————————————————————
Mereka pun pulang kerumah. Sesampainya dirumah mereka melihat mobil terparkir di depan rumah Kim Bum.
Kim Bum dan Min Ji berpandangan.
“Hai Kim Bum, Hai Min Ji.”sapanyaa….

By: clarissa elizabeth

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: