Archive for the ‘Uncategorized’ Category

– JoonEunBum – Part.2

November 23, 2009

Hula..
Part.2 JoonEunBum nya. selamat baca-

Hari ini Kim Bum bersama adiknya Min Ji, menuju ke RSJ Seoul, Min Ji memegang buket bunga tulip berwarna putih. Bunga kesukaan mamanya. Sudah 1 tahun kejadian meninggalnya papa Kim Bum.
Dan sudah 10 bulan terakir ini mama Kim bum masuk ke RSJ Seoul.
“Min Ji, kamu masuk saja dulu ke kamar mama. Aku mau ke ruangan dokter, untuk menanyakan perkembangan mama.”Kim Bum pun berjalan meninggalkan Min Ji. Min Ji lalu masuk ke kamar mamanya. Dan mencium pipi mamanya.
“Mama, ini Min Ji bawain bunga kesukaan mama. Min Ji jadi ingat waktu mama cerita sama Min Ji kenapa mama lebih suka tulip putih dari pada mawar merah.”Min Ji mengelap matanya yang basah akibat air mata yang tak berhenti-henti.
“Mama bilang kalau mawar merah itu lambang cinta yang mengebu-gebu. Dan biasanya gak akan bertahan lama. Tapi kalau tulip putih, melambangan cinta yang tulus. Jika cinta dimulai dengan tulus akan bertahan dengan lama. Seperti cinta mama sama Min Ji, papa dan oppa Kim Bum.”Min Ji menahan air matanya.
Mamanya hanya bisa menatap keluar jendela. Pandangan kosong, dan tidak berbicara sepatah kata pun. Min Ji mengoyang-goyangkan tubuh mamanya seolah tak percaya, mamanya tak bisa menjawabnya.
“Mah? Mama denger Min Ji kan? Ini Min Ji mah, anak mama. Oppa Kim Bum ada diluar. Min Ji kesini datang sama Oppa Kim Bum. Mah.. Mah.. Hiks.. Hiks..”tangis Min Ji.
——————————————————————————————————————————————
“Dokter, gimana keadaan mama saya?”Tanya Kim Bum kepada dokter yang menangani mamanya.
“Maaf, mama kamu belum ada kemajuan yang pesat. Atau bisa dibilang, mama mu tidak ada kemajuan.”Dokter Kang mendesah pelan.
“Baiklah kalau begitu dokter. Terima kasih sebelumnya.”Kim Bum meninggalkan ruangan dokter dan berjalan menuju kamar mamanya.
Diingatnya kembali kejadian 1 tahun yang lalu. Semua terjadi seperti mimpi buruk.

“Maaf pak, rumah ini harus kami sita. Karena sesuai dengan ketentuan, rumah ini harus kami ambil. Karena bapak sampai sekarang belum melunasi hutang tersebut.”kata salah satu petugas bank.
“Bisakah kalian memberi saya waktu lagi. Tolonglah saya, kalau rumah ini disita. Saya dan keluarga saya mau tinggal dimana?”Papa Kim Bum bersujut memohon.
“Maaf pak, saya cuman ditugaskan supaya rumah ini dikosongkan.”kata petugas itu lagi.
Waktu itu Mama, Papa, Min Ji dan Kim Bum sedang berkumpul diruang keluarga. Tiba-tiba datanglah 2 orang petugas bank.
“Baik kalau begitu. Kami kasih kalian keringanan. Sampai besok. Bila sampai besok kalian belum meninggalkan rumah ini. Kalian akan kami keluarkan secara paksa.”Kedua petugas itu pun keluar meninggalkan rumah Kim Bum.
“Pah, apa maksud mereka?”Tanya Mama panic.
“Mama, Min Ji, Kim Bum. Maafkan papa. Papa memang orang yang bodoh. Perusahaan papa sudah seharusnya bangkrut dari tahun lalu. Tapi karena papa ingin mempertahankan perusahan kita. Akirnya papa meminjam uang, untuk menggulangnya dari awal lagi dengan jaminan rumah ini.”kata Papa menyesali semuanya.
“Kita mau tinggal dimana pah? Kamu gak mikir?”Mama marah pada papa.
“Mah, sudah lah. Kita masih bisa mencari tempat tinggal yang lain untuk sementara. Disaat seperti ini tidak ada gunanya untuk bertengkar. Nanti aku telephone temanku. Siapa tau rumahnya yang lama masih dikontrakan.”Kim Bum berbicara bijak.
“Mama sama Papa tidur saja dulu. Tentang tempat tinggal serahin aja semuanya sama aku. Min Ji kamu juga lebih baik tidur, sudah malam.”Kim Bum melanjutkan.
Mama terlebih dahulu masuk kekamar, diikuti papa Kim Bum. Min Ji melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Kira-kira 2 jam setelah kejadian itu.
Doooooooooooooooooooooooorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr….
Seisi rumah terbangun.
“Apa itu? Siapa tengah malam seperti ini masih bermain tembak-tembakan?”Kim Bum merengut kesal.
Mama, Min Ji dan Kim Bum menuju arah suara tadi. Di kamar belakang. Mereka semua berjalan menuju kamar belakang. Kim bum membuka pintu kamar itu, dan terkejut melihat darah tumpah dilantai dan papanya sudah tergeletak dilantai dengan darah yang keluar dari kepalanya. Papanya hanya meninggalkan surat.

Maafkan papa,
Mah, papa tau. Akan sulit bagi mama untuk memaafkan papa. Tapi mama harus tau. Papa melakukan ini semua demi kalian. Jika dari dahulu papa sudah bangkrut. Kita mau hidup bagaimana? Cepat atau lambat ini pasti akan terjadi mah. Mungkin kesalahan papa tak bisa dimaafkan. Lebih baik papa pergi dari dunia ini. Supaya kalian tidak usah terbebani oleh hutang-hutang papa.
Kim Bum jika papa pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Kamu harus menjaga mama dan Min Ji. Kamu harus menjadi kepala rumah tangga yang kedua. Maafkan papa Kim Bum.
Min Ji kamu harus jadi anak yang kuat, gak boleh manja lagi. Setelah papa pergi nanti, kamu harus janji sama papa untuk jadi wanita yang tegar. Mau kan sayang. Sekali lagi maaf.
Papa sayang kalian. Selalu.

Salam Terakir Untuk Selamanya,
Papa..

Semenjak Papa Kim Bum pergi dari dunia ini. Mereka tinggal di rumah petak yang sangat sederhana. Setiap hari pasti saja ada rentenir yang datang untuk menagih hutang. Sampai akirnya mama Kim Bum diam tidak mau makan lagi. Dan Dokter menyatakan mama Kim Bum sudah tidak normal lagi atau gila.
Semenjak itu mama Kim Bum menjadi penghuni RSJ Seoul. Kim Bum hanya tinggal berdua dengan Min Ji dan memulai pekerjaan sebagai Photografer.

Kim bum sampai di depan kamar mamanya. Dilihatnya Min Ji menangis.
“Min Ji.”pangil Kim Bum.
“Oppa. Gimana kata dokter? Pasti hasilnya baguskan?”Min Ji bertanya dengan penuh antusias.
Kim bum hanya menggeleng lesu. Dan memeluk adik tersayangnya itu.
Min Ji menangis dipelukan Kim Bum.
“Oppa, apa yang harus kita lakukan?”Min Ji kembali memandang mamanya, yang tak bereaksi sama sekali.
—————————————————————————————————————————————
Mereka pun pulang kerumah. Sesampainya dirumah mereka melihat mobil terparkir di depan rumah Kim Bum.
Kim Bum dan Min Ji berpandangan.
“Hai Kim Bum, Hai Min Ji.”sapanyaa….

By: clarissa elizabeth

Iklan

– JoonEunBum – Part.1

November 23, 2009

-Annyeong-
Langsung aja iya-
Ini Part.1 nya JoonEunBum

Kim So Eun berputar-putar girang. Akirnya impiannya selama 3 bulan terakir ini bisa terkabul. Orang tuanya memutuskan untuk pergi ke Perth,Sydney. Itulah impian So Eun, bisa berlibur ke Perth. Apalagi kedua orang tua tidak ada urusan pekerjaan kesana. Kim So Eun merapikan kopernya.
“Kamera? Udah. Handycam? Udah. Handphone? Udah. I-pod? Udah. Apalagi iya yang belum?”Kim So Eun berfikir-fikir sambil memeriksa. Takut ada yang lupa dia bawa.
“Dongsaeee(Adik)….”Lee Donghae berteriak.
“Aih.. apaan sih kau oppa? Teriak-teriak. Memang dikira kamar ini hutan apa?”Kim So Eun menutup telinganya dengan kedua tangannya.
“Cie.. yang mau ke Perth. Bawain aku oleh-oleh dong.”Donghae berkata memohon.
“Gak ah. Kalau mau oleh-oleh ikut donk.”Kim So Eun mengambil buku kecil di dalam tas nya.
“Aku gak bisa dongsae. Kamukan tau, besok band ku akan tampil. Lagian aku tak suka pergi-pergi sekarang ini.”
“Ya sudah kalau begitu. Terserah oppa sajalah. Padahal Perth itu….”So Eun membayangkan pantai Perth.
“Hey, memang kamu kira oppa gak pernah kesana apa? Udah anak kecil, hati-hati iya besok. Jangan lupa, bawa obat muntah. Nanti mual-mual lagi disana. Hahahahaha”Donghae segera keluar dari kamar So Eun.
“Itu kan dulu. Sekarang nggggaaaakkk…..”Kim So Eun mengejar Donghae, tapi Donghae sudah masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya. Sehingga So Eun hanya mampu berteriak dari luar.
“Dasar oppa jelek. Liat aja nanti, aku bawain foto-foto bagus di Perth.”So Eun menjulurkan lidahnya.
“So Eun, kenapa berteriak-teriak?”Mama So Eun datang sambil membawa kue.
“Itu mah, Kak Donghae. Bikin kesel.”So Eun berbicara sambil mencomot kue yang di bawa mamanya.
“Apaan? So Eun tuh mah. Masa aku suruh bawa obat mual, malah marah-marah. Kan aku kakak yang baik, nyuruh dia bawa obat mual untuk jaga-jaga.”Donghae keluar dari kamarnya untuk membela dirinya.
Baru saja So Eun ingin berbicara. Mama So Eun langsung mencegahnya.
“Sudah, sudah. Jangan bertengkar terus So Eun, Donghae. Papa sudah menuggu kalian dibawah. Ada yang ingin kami bicarakan pada kalian.”So Eun, Donghae dan Mama segera turun menuju ruang tamu.
“Kenapa pah?”tanya So Eun.
“Begini, besok papa ada urusan mendadak, tetap di Perth. Jadi papa tidak bisa menemani kamu dan mama untuk pergi berlibur. Maaf kan papa ya sayang.”Papa So Eun meminta maaf dengan sungguh.
“Tidak apa-apa pah. Aku ngerti kok, lagian kan masih ada mama. Iya kan mah?” So Eun memandang kearah mama nya.
“Iya sayang”Mama menjawab lembut.
“Khusus buat kamu Donghae. Kamu papa kasih waktu pulang paling malam jam 9. Tidak boleh lebih. Nanti papa titip pesan pada Pak Woo untuk menjaga kamu.”
“Sip, pah. Papa mau pergi ke Perth udah kaya mau pergi ke tempat yang jauh aja.”Donghae mengunyah kue yang dibuat mamanya.
“Ingat Donghae, pesan papa. Kamu jangan nakal-nakal disini.”
“Iya pah.”Donghae meneguk teh yang dibuat mama nya.
“Ya sudah kalau begitu, cuman itu yang mau papa bilang.”Papa kembali kesibukannya, yaitu membaca koran.
“Mah, Pah. Aku naik dulu iya.”So Eun minta izin.
“Iya sayang.”Mama menjawab dengan lembut.
“Dongsaaaeeengggg…..”Donghae berteriak tepat di telinga Kim So Eun.
“Aduh. Apaan sih kau oppa? Udah dibilang, jangan teriak-teriak.”So Eun kesal.
“Memang kenapa kalau aku teriak-teriak? Gak boleh?”Donghae kembali membuat So Eun kesal.
“Gak. Bawel kau oppa.”So Eun masuk ke kamar dan mengunci pintu kamarnya.
Beepp.. Beepp..
Hp So Eun berbunyi.
Ternyata Kim Joon menelponnya.
“Hallo..”So Eun berkata lembut.
“Sayang, kamu jadi besok ke Perth?”terdengar suara Kim Joon dari sebrang.
“Iya dong hon.”So Eun menjawab mesra.
“Ya udah kalau begitu, kamu istirahat aja dulu sana. Kalau besok udah nyampe di Perth kasih tau aku ya.”
“Pasti.”
“Hati-hati ya sayang”Kim Joon berpesan.
“Iya.. Bye Joon.”
“Bye sayang.”Kim Joon menutup telephone.
Kim So Eun meletakan Handphone. Lalu membanting tubuhnya ke kasur. Dan segera tidur.

-Keesokan Sorenya-
So Eun, Papa, Mama menuju mobil untuk pergi ke bandara gimpo.
Papa sebelumnya sudah memberi amanat kepada Pak Woo untuk menjaga Donghae, selama dia pergi.
“Donghae, ingat pesan papa kemarin.”Papa memberi amanat.
“Iya pah. Sip.”Donghae melanjutkan.
“Oppaa.. aku pergi dulu iya.. muaaaccchh..”So Eun mencium pipi Donghae.
“Jangan lupa bawain oppa oleh-oleh.”Donghae berkata dengan semangat.
“Gak ah. Aku gak mau. Tapi nanti aku bawain oleh-oleh foto-foto yang bagus iya.”So Eun berkata degan girang.
“Yang mau foto kamu itu siapa? Bawain oppa oleh-oleh bule cantik aja. Buat calon unnie mu nanti. Hahahaha…”Donghae tertawa keras.
“Ye.. Mau mu sih itu oppa. Take care ya oppa selama disini. Selamat sendirian.”So Eun berkata mengejek Donghae.
“Yah. Kamu juga hati-hati disana. Jagain papa sama mama iya.”Donghae tersenyum.
“Ok. Bye-bye oppa.”So Eun melambaikan tangannya lalu berjalan masuk ke mobil.
“Donghae, mama pergi dulu iya sayang. Semoga hari ini band kamu bisa tampil dengan maksimal. Jaga rumah baik-baik. Bye.. Bye sayang. Love you.”mama lalu berjalan masuk ke mobil.
“Love you too mom.”Donghae berkata sambil melambaikan tangannya.
Donghae lalu masuk kekamar, segera mandi dan siap-siap untuk pergi ke Café Blupp. Disana bandnya akan tampil malam ini. Donghae merasa perasaannya tidak enak. Tetapi iya tidak tau kenapa.
Mungkin karena hari ini aku sama bandku mau tampil jadi aku merasa nervous, batin Donghae.
“Pah, nanti mobilnya ditinggalin di bandara gimpo aja?”tanya So Eun.
“Iya, nanti Pak Woo akan mengambil mobil ini.”kata Papa dengan santai.
“Oh.”So Eun bergumam.
“PAH!!!!!!!!!!! Awasssssss……”Mama berteriak.
“ARRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH……..”

~Apakah yang terjadi?~
Mengapa mereka berteriak?
Lalu bagaimana dengan Donghae.
Tunggu next part iyah.

-Gomawo-

-Annyeonghaseyo-

November 23, 2009

-Annyeonghaseyo-
Annyeonghaseyo..
Ini FF saiia yang baru..
FF yang lama lupa dipost..
nanti di post deh..
Pertama-tama saiia kenalin tokohnya plus-plus synopsisnya.. ok~
Ini FF cerita SoEulmate..XD

-Kim So Eun-
Gadis yang tadinya ceria dan sangat disenangi banyak cowok ini, jadi berubah 100% semenjak kecelakaan yang menimpa dia dan keluarganya.
Hanya Kim So Eun yang selamat dari kecelakaan yang menimpa keluarganya.
Semenjak kecelakaan itu Kim So Eun berubah menjadi gadis yang kasar, murung, pendiam, dan lebih sering menangis.
Apalagi semenjak kakak laki-lakinya tak mempedulikannya seperti dulu.
Bukan hanya orang tuanya yang meninggalkannya. Tetapi juga kekasihnya Kim Joon ketauan selingkuh. Kim So Eun merasa hidupnya sudah harus berakir.
Kim So Eun merasa sebatang kara di dunia ini. Dia berfikir, supaya bisa ikut kepada kedua orang tuanya. Yaitu dengan Jalan bunuh diri.(hihihi…) Tapi cara bunuh diri itu gagal karena kakak laki-lakinya datang. Walaupun bunuh dirinya gagal, Kim So Eun jadi pendiam, tidak mau makan, dan sering memukul-mukuli kepalanya. Akirnya Lee Donghae kakak laki-laki Kim So Eun memasukannya ke Rumah Sakit Jiwa.

-Kim Sang Bum-
Semenjak Perusahaan ayahnya bangkrut dia menjadi tulang punggung keluarga. Apalagi semenjak ayahnya meninggal karena bunuh diri akibat hutang-hutang yang menumpuk.
Ibunya juga gila karena tidak sanggup harus menanggung semuanya.
Kim Bum yang tadinya anak orang kaya. Harus bekerja untuk menghidupi dirinya dan Adik perempuan nya.
Kim Bum bekerja sebagai Fotografer terkenal di Korea. Untuk bisa melunasi hutang-hutang ayahnya, dia memilih untuk bekerja sebagai Fotografer. karena dari kecil dia senang sekali memfoto.Diwaktu luangnya Kim Bum juga senang bermain saxophone. walau setiap kali dia memainkan saxophone nya dia selalu menginggat masa lalunya yang suram..

-Kim Joon-
Mantan Kim So Eun ini memang banyak digandrungi cewek-cewek cantik. Karena pekerjaannya model. Banyak cewek-cewek yang tak bisa menahan kerennya seorang Kim Joon.
Pada saat pemotretan dipasangkan dengan model Gook Ji Yun.
Kedekataan mereka bukan hanya pada saat pemotretan. Tetapi juga berlanjut sampai ke kehidupan nyata.
Kim So Eun yang melihat kejadian itu langsung segera memutuskan Kim Joon.

-Lee Donghae-
Kakak Kim So Eun yang satu ini memang mempunyai banyak teman.
Tetapi kejadian yang membuat kedua orang tuannya meninggal merupakan beban yang sangat berat baginya.
Lee Donghae yang tadinya lebih suka hidup bebas, bernyanyi. Harus dibebani dengan perusahaan ayahnya. Donghae yang waktu kecelakaan sedang bernyanyi bersama band nya, merasa dunianya terhenti begitu mendengar kedua orang tuanya meninggal.

-Kim Min Ji-
Adik Kim Bum yang paling disayangnya ini, ternyata mengidap penyakit kanker ganas, Hidupnya tinggal beberapa bulan lagi. Kim Bum tidak mengetahui itu. Tapi Min Ji merasa punya semangat hidup setelah secara tidak langsung bertemu dengan Lee Donghae.

Synopsis :
JoonEunBum bercerita tentang kisah segitiga antara Kim Joon-Kim So Eun-Kim Bum-
Apakah yang terjadi selanjutnya?
Tunggu saja JoonEunBum Part.1 ^^

Nb:Penambahan Tokoh akan diberikan pada saat cerita berlanjut..

By:-clarissa elizabeth

Hello world!

Oktober 13, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!